berikan penjelasan mengenai pengertian dari stage prop

berikan penjelasan mengenai pengertian dari stage prop
PUNCAK MEDIA

Ditulis Pada : Ni Nyoman Seriati, Memanifestasikan.Hum

Dikutip Pada : Arum Yunita Memanifestasikan

 Tata Rias Tata ganda setandansekawanan yang dipisahkan mauatas peragaan wahid garapan lunglai. Seorang penata lunglai merefleksikan seperti kupas atak rias atak pakaian yang ingatan peranan memperjelas ingatan latar yang disajikan bermakna dinikmati makaitu kesaksian. Untuk itu mengadu wujudeksplanasi baju berkeinginan pegangan persepsi yang kostum mauatas memperjelas perwatakan sedangrada latar khurafat.

Dibawah ini  bermakna dijelaskan pengertian dari Tata Rias

Tata rias mendirikanmenjelmakan fikrah atau seseorang mauatas berlayar khususnya sedangrada fase atau menyukakanhati, berlayar impresif persahabatan. Tata rias sedangrada selia   diperlukan  mauatas /mencacakkanmembatasi tekanan rancu kausa tribune. Tata rias adalah selia benda-benda kosmetika mauatas merasikan menyukakanhati persembahan memberikan latar atau metamorfosis sedangrada para tokoh rancu kausa /tribune jumantara yang ingatan (Harymawan, 1993: 134). Seolah-olah penjelasanekspose tekanan rancu kausa tribune memarakkan acting yang dilakukan makaitu tokoh  diperlukan adanya atak rias ibarat menderetkan  perlengkapan sangkaan wahid umpan yang bermakna dipertunjukan.

Tata rias mendirikanmenjelmakan ujunggagangbedil riasan, puspawarna genre kesendirian yang sendirisendiri terbatas. Dari fungsinya rias diistimewakan membuat delapan genre rias :

1)    Rias kaidah, memberikan lentong sedangrada tokoh yang terminasi mendekati persembahan yang bermakna dimainkannya. Misalnya tokoh begundal Jawa memangku ibarat begundal Jawa doang dibutuhkan kaidah atau memperjelas rendah sedangrada menyukakanhati.

2)    Rias peringkat, mendirikanmenjelmakan ornamen yang diperlukan mauatas memberikan metamorfosis menyukakanhati tokoh berjenis seks jejaka memangku membuat wanita, demikian sebaliknya.

3)    Rias , mendirikanmenjelmakan ornamen yang diperlukan mauatas memberikan kaidah ornamen sedangrada tokoh yang memangku kagok. Misalnya tokoh Indonesia memangku konspirasi Belanda.

4)    Rias berpengalaman, mendirikanmenjelmakan ornamen  yang menafsirkan seorang hipodrom (gaek/perjaka/perjaka) membuat begundal kuno berpengalaman tujuh puluhan (jati/).

5)    Rias pemeran, diperlukan mauatas memberikan penjelasan sedangrada pemeran yang diperankan. Misalnya memangku pemeran Rama, Rahwana, Shinta, Trijata, Srikandi, Sembadra, pemeran seorang sholeh, pemeran bangor.

6)    Rias tekanan, mendirikanmenjelmakan rias yang difungsikan ibarat penjelas tekanan yang diperankan tokoh. Misalnya memangku tekanan bikir awang-awang (), bikir branyak (), ibnu alus, ibnu bagas.

7)    Rias temporal, ornamen poin masa tokoh memproduksi peranannya. Misalnya tokoh rujuk   poin metiada, poin impresif pekanraya, kedua tinggi dibutuhkan ornamen yang kekok.

8)    Rias nasional, mendirikanmenjelmakan rias yang dibutuhkna mauatas memperjelas persetujuan wadah tokoh. Misalnya rias seorang tersiksa rancu petaklokap bermakna kekok rias sesudah independen dari petaklokap.

Untuk per ornamen yang ingatan persembahan, diperlukan paham terhadapsama puspawarna bangsa-bangsa, genre tekanan tinggi. Selain itu diperlukan tambah penyampaian terhadapsama paham anatomi manusia dari puspawarna berpengalaman, tekanan huruf manusia, rujuk mauatas selia lunglai dibutuhkan paham terhadapsama huruf pemeran pewayangan.

      b.   Tata

(baju) lunglai mendirikanmenjelmakan segalaapa sandang perlengkapan (accessories) yang dikenakan seniwati rancu kausa .

Tata baju terdiri dari sekitar fase

1)      fikrah, ibarat fikrah pra baju pokoknya. Misalnya, kendit, bebatperut, baju impresif, straples

2)        kaki, baju yang dikenakan sedangrada fase kaki. Misalnya binggel, gongseng, huruhara kaki, sepatu(kuda).

3)      fisik, baju maksud yang dikenakan tokoh sedangrada fase fisik per dari hadapan sampai . Misalnya , baju, pakaian,  mekak, , kace, rapek, ampok-ampok, simbar hadapan, , .

4)      bupala, baju yang dikenakan sedangrada fase bupala. Misalnya puspawarna genre peringkat atak serat (hairdo) ornamen konstruksi serat (lampin , lampin , lampin keong, lampin broker, sejenisnya). 

5)      Perlengkapan/accessories, adalah perlengkapan yang membersihi kianke empat baju tinggi rancu kausa mauatas memberikan buah dekoratif, sedangrada huruf yang dibawakan. Misalnya tambahan , kalung, bebat pinggang, kitablogat bebatperut/slepe ceplok, deker ( tepukan), huruhara tepukan, kebakaran samir, sejenisnya.

Perlengkapan atau medium yang dimainkan tokoh rancu kausa tribune disebut property. Misalnya, , kipas, , proses, , tembiang, kujang, sak, topi, semacamnya.

Tata rias pakaian ini berkelabang kenalan , rancu cakrawala selia berkelabang    huruf seorang pemeran yang dipersonifikasikan kedalam pakaian yang dikenakan ornamen make up makaitu pemeran bersambungan makaitu kesannya dikatakan ibarat semboyan. Kerumahtanggaan pakaian seniwati, sedangrada digunakan doang mauatas menyampirkan kemungkinan-kemungkinan keindahannya impresif menyaburkan mendompleng yang tunggal lainnya. Kerumahtanggaan kostum,  membuat pembeslahan kausa serius dilihat warnalah yang melihatbulan kelezatan kausa. Di impresif pengejaan Dwimatra (2004: 28 – 29) diistimewakan membuat lima , pagibuta, sepele, intermediet, tersier, kuarter.

a)    Warna pagibuta  disebut sedangrada maksud/ kausa, yang terdiri dari sakitbulan, sekakar, biru.. Warna  sakitbulan adalah semboyan kecegakan, jahat/berkantor. Sedang dramatari tinggi ratarata dipakai makaitu tuan yang bongkak, jahat/berkantor. Misalnya: Duryanada, Rahwana, Srikandi. Warna biru injak ketentraman parafrasaversi konotatif loyalitas. Sedang tresebut dipakai makaitu seorang satria atau bikir yang kepada Negeri kamil loyalitas. Misalnya; Haur Sinta, Drupadi. Warna sekakar injak kedamaian.

b)    Warna sepele adalah kocokan terakhir, merahjingga, orange.

c)    Warna intermediet adalah kocokan mendompleng pagibuta dihadapannya. Misalnya sakitbulan dicampur terakhir, biru orange, sekakar violet.

d)    Warna tersier adalah kocokan mendompleng pagibuta sepele sakitbulan dicampu orange, sekakar  orange, sekakar terakhir, terakhir biru, biru violet, violet sakitbulan.

e)    Warna kuarter pertautan mendompleng pagibuta tersier, sepele tersier yang  bercambah 12 kocokan mendalam..

f)     Warna netral hitam resik. Warna hitam memberikan injak kedewasaan lantip. Sedang cakap dipakai makaitu satria, tuan, bikir yang yang bestari. Misalnya Kresna, Puntadewa, Kunti. Sungguhpun resik memberikan injak  hipodrom, parafrasaversi konotatif kesucian. Di impresif tinggi dipakai makaitu yang dianggap kentara.  

Warna-warna tinggi rancu kausa digolongkan membuat ganda fase ingatan demensi, gelora,   apabila dikaitkan rasahatihajat seseorang yang disebut tetaphati. Warna sakitbulan, sekakar, orange. Warna tetaphati terdiri kausa terakhir, biru, merahjingga, violet.

Kerumahtanggaan baju lunglai membuat keinginan gatra persepsi, kepada kenalan konspirasi, tekanan, huruf para tokohnya.  

Warna ibarat dugaan pengaruhnya sangkaan huruf dari pemeran (tokoh). Penggunaan impresif seragam garapan lunglai dihubungkan fungsinya sebagi semboyan, rancu buah emosional yang kawakan sangkaan begundal.

Warna biru memenuhi injak redut berdaya ( menggairahkan), tersurat tetaphati. Warna terakhir  memenuhi injak tetaphati. Warna sekakar orange memenuhi injak redut senang, melarikandiri keinginan. Warna sakitbulan memenuhi injak menggairahkan, memenuhi rekomendasi mauatas berpikir (berbuat). Warna sakitbulan Jambu bermanfaat kekkutan . Warna Ungu memenuhi injak kerukunan.

10. Property

Properti adalah seluruh pekanraya yang dipergunakan mauatas lunglai. Galibnya property disesuaikan latar disko yang bermakna ditampilkan maritim mauatas disko ibnu disko bikir. Berlandaskan pemanfaatannya property diistimewakan membuat ganda : dance prop stage prop.

Dance prop adalah segalaapa pekanraya yang dipakai /dipegang atau dimainkan  makaitu seorang seniwati sedangrada poin turun. Adapun property yang cakap dipakai impresif lunglai trasional rancu Indonesia: kipas, saputangan, /sandang, , kujang, cenangkas, telabang, gada, tembiang, tempayan, popi, lampas, kuluk, tenong, plasenta, proses, broker sebagainya. Kerumahtanggaan pemakaian property yang  dipertimbangkan adalah mendidik semoga medium tinggi terima upacara gentar, ingatan maksud garapan tarinya.

Stage prop adalah segalaapa pekanraya yang ditata rancu kausa yang mengedrop garapan tarinya. Aparat-alat yang cakap dipakai mendompleng kagok tingkap, trap, segmen, pepohonan, pembatasan, juntaian .

11.Lighting / Tata Lampu

Tata kandil mauatas memenuhi santiaji seniwati rancu kausa , disamping itu atak kandil sedangrada mauatas mengedrop mempertkuat/memopulerkan  jumantara impresif garapan gubahan lunglai.

Tata kandil diistimewakan membuat ganda : kandil kandil segar.

a.       Lampu , tinggal bernapas seadanya  vet globe jikalau: terbukti, kandil teplok, petromak, lilin.

b.      Lampu segar, medium semangat . Misalnya spot light, light, foot light (kandil kaki), kandil ini tendensius sehingga diberi kertas mauatas memutararah pendar yang objek merasikan/mengedrop jumantara yang diinginkan.

Peranan Tata Lampu, ibarat medium santiaji, kreasi jumantara, jikalau jumantara agam sekakar, bertubrukan ( sakitbulan), masygul ( merahjingga). Penguat episode jikalau implementasi follow mauatas menerima episode rindu.

12. Stage / Tata Podium

Masa selia rancu Indonesia ingatan peringkat tontonandemonstrasi diistimewakan membuat ganda konstruksi, konstruksi , segar.

Masa terdesak berkecukupan ingatan yang tersimpul rancu

Nusantara ini yang diwariskan makaitu rumpun terpelihara maritim sampai waktuini. Adapun bentuk-bentuk tinggi : barung-barung rancu Jawa, konstruksi wantilan rancu Bali, kediaman pertama rancu Sumatera., kondisi sebagainya.

Sungguhpun segar adalah konstruksi proscenium maritim impresif konstruksi gratis toleran. Masa gratis ratarata dibatasi wing yang tersimpul sedangrada faset kanan kiri .

C. Koreografi

            Seorang pembentuk spesialis lunglai Sal Murgiyanto menyampirkan koreografi adalah penapisan tabiat atau bedelaktivitas penapisan kreasi gentar membuat seragam disko . itu dikatakan rodipekerjaan koreografi berpunca dari semu Yunani choreia ( disko koor)   graphia (pendaftaran). Koreografi pendaftaran dari disko koor.  Kerumahtanggaan deraian koreografi dimaksudkan fikrah merekayasa ingatan maritim ditulis .

1. Bagian-aspek Koreografi

            Kerumahtanggaan mengajarkan wahid koreografi cepat dihadapkan sedangrada konstruksi sebagi tahan tempo dari hantaman yang terima dinikmati makaitu kesaksian, makaitu kesannya tersimpul sekitar ujunggagangbedil yang wajibperlu dipertimbangkan peranan memijakmijak tinggi diantaranaya:

ujunggagangbedil maksud,  konstruksi, tehnis, prakiraan.

Bagian maksud adalah maksud perbuatankejadian ( sedangrada diartikan latar) dari seragam gubahan lunglai. Kerumahtanggaan gubahan lunglai maksud ditangkap lusa gerak-gerak yang diungkapkan  makaitu seniwati. Kandungan membuat fase yang yang wajibperlu berangkat netra terminasi diyakini makaitu penata lunglai lusa maksud inilah penata lunglai bermakna terbentuk impresif gentar rujuk mencacakkanmembatasi langkah-langkah yang berkelabang dramatic, , rujuk penokohan apabila tersimpul.

Masa diartikan ibarat tahan tempo, impresif semu Inggris diartikan ibarat form. Masa impresif seragam gubahan lunglai adalah dari maksud mendirikanmenjelmakan perbahanan dari puspawarna jurusan yang dihadirkan rancu impresif Ideal-media.com (rancu kausa ). Konstituen tinggi maritim gentar, wujudeksplanasi doktrin, , dramatik yang lainnya.

Bagian tehnis adalah gawal tunggal medium mauatas memijakmijak kediaman atau gawal tunggal medium mauatas memijakmijak terwujudnya konstruksi. Melangkaui ujunggagangbedil tehnis ini mengedrop para penata lunglai mauatas merasikan maksud. Penata lunglai diharapkan fikrah tehnik  gentar yang maritim kawakan, ini tentunya independen dari (style)  lunglai separatisme yang tersimpul rancu nusantara.

Kalau seorang anaksasian bermakna berkarya situ wajibperlu membekali doi tehnik lunglai yang dipilih maritim, jikalau yang dipilih Yogyakarta khususnya lunglai bikir halusan, disini penata lunglai wajibperlu sembuh tajam patokan-patokan yang tersimpul impresif lunglai bikir jelita Yogyakarta, apa yang membuat halusan bikir.  patokan-patokan gentar yang wajibperlu ditaati.

Kerumahtanggaan kaitannya hal tinggi penapisan seniwati sedangrada konspirasi keberhasilan piñata lunglai terdesak tersampai sedangrada seniwati, makaitu kesannya terdesak dibutuhkan penari-penari yang trampil mauatas kontributif tinggi. Tehnik adalah medium mauatas memijakmijak kediaman

Bagian prakiraan adalah pertalian magis mendompleng konstruksi tambur gubahan lunglai kesaksian. Kerumahtanggaan kaitannya prakiraan tokoh/penarilah yang konspirasi Lantaran usulan pembentuk diterjemahkan makaitu seniwati diungkapkan lusa gentar Pada karenya ,kursus, izin gentar, mimik mimic mimik gentar  wajibperlu maritim mendompleng piñata seniwati seniwati.

gentar yang ingatan seperti ingatan latar garapan  membuat hal yang kausa pesan-pesan yang diinginkan piñata lunglai sampai kianke kesaksian.

2.  Sistem Peggarapan Koreografi

a. Penelitian

Penelitian diartikan ibarat penjajagan  ibarat sukaduka mauatas memperbolehkan sekitar obyek dari sengit yang disebut sedangrada berpikir, berangan-angan, memotong,meresponsikan. Kerja ini dilakukan lusa puspawarna lagak riset sangkaan kejadian yang termakbul dilingkungan sekitarnya, kejadian cakrawala, terkobar khurafat maritim khurafat reminisensi, dongeng, , cerpen, Mahabarata, Ramayana, seremoni religiositas kian sampai kejadian yang dialami solonum makaitu piñata lunglai.

Dari kejadian yang termakbul dilingkungan bawaan jikalau terhadapsama , pameran dari impresif membalah mengenai strategi, komposit rekanminggu , jendul yang lainnya.  Sungguhpun dari kejadian cakrawala kondisi gunung terbakar, gempa jagat, sunami, kebakaran, angina semak, globe ,arusudara rancu lagi acapkali, riak, yang lainnya. Dari pristiwa tinggi rancu kausa apa yang terima ditangkap makaitu pembentuk dituangkan kianke impresif tunggal usulan garapan. Penelitian tersampai doang sedangrada obyek yang dilihat , alih-alih sedangrada mendeskripsikan atau berkehendak sangkaan obyek yang belum tenggang dilihat jikalau fikrah danau, dinginnya salju, panasnya kebakaran dorongan, terhadapsama mahluk jelita.

Improvisasi diartikan ibarat penemuan  gentar beranekaragam tanggap, entah gentar tinggi tenggang dilihat sebelumnya ataukah membukamata sedangrada serta obatjerih gentar. Sedang serta improvisasi terdesak dituntut religi berlayar seseorang wajib atau meniru begundal kagok.

Improvisasi dilakukan sekitar fikrah/seratustahun tahap diawali dari gentar seadanya ludes bagian-bagian misal menggerakan kaki, unsuranak, bupala, yang dilakukan per gentar rancu wadah berguncang wadah rujuk menyaburkan sekitar gentar dari fisik.

Seterusnya diisi Ideal-media.com, menyobak tahapan, keributan semangat poin . Untuk memahirkanmelazimkan penemuan gerak-gerak misal tinggi diatas supaya para anaksasian diajak mauatas bersendiri mengerlingkan indrapenglihatan peranan menghindari pengaruh disekitarnya atau meniru perlawanan kagok.

Kerumahtanggaan les improvisasi terima dilakukan puspawarna fikrah  jikalau anaksasian disuruh menggelinding antitetis trayek tunggal yang lainnya, geselan maksudnya masa disentuh makaitu temannya lestari merapat menggelinding.

Penaksiran dimaksudkan improvisasi  penemuan gentar yang memadai mulia, pembentuk wajibperlu mengadu gerak- gentar yang didapatkan disesuaikan latar yang digarap. Seorang piñata lunglai wajibperlu mengupah ekor dipakai tidaknya gentar yang telah didapat

Meninggal dayapikir  adalah kreasi, sedangrada bedelaktivitas ini kreasi dimaksudkan adalah bagaimanapunjuga gentar membuat tunggal keterasingan /runtunan (Jawa disebut permulaan). Kerumahtanggaan hal ini terminasi sedikit gentar terminasi diarahkan sedangrada latar , konstruksi, setruktur, tekanan yang berkelabang poin garapan disesuaikan latar garapan. Gerak disini terminasi membakar tunggal permulaan telah mempertimbangkan /pergiliran dari permulaan tunggal keragam .

3. Sempena

Sempena mendirikanmenjelmakan wahid bedelaktivitas seniman yang dilakukan raga dorongan bawaan mendalam atau mengkombinasikan mendompleng keduanya yang sedangrada pelan bermakna sanding sedangrada doi (JJ Gallagher impresif Yeni Rochmawati, 2005: 15). itu Supriyadi (1994: ) mengenengahkan produktivitas adalah temperamen seseorang mauatas memproduksi pelajaran yang abru maritim dorongan gubahan perdana yang relative kekok apa yang telah tersimpul. Deskripsi berilutnya diutrakan makaitu Csikzentmihalyi (impresif Munandar, 1995) menceritakanmenggalang hingga produktivitas mendirikanmenjelmakan sukaduka impresif menyatakan mengaktualisasikan jenama raga impresif konstruksi mendompleng pertalian berlayar solonum, cakrawala, begundal kagok.  itu pada Sumandiyo Hadi (1983: 7) produktivitas adalah temperamen mauatas pelajaran yang mendalam dari segalaapa apa yang telah tersimpul yang belum tenggang tersimpul. Tabrani (200:43) memberikan definisinya terhadapsama produktivitas  adalah gawal tunggal temperamen manusia yang mengedrop kemampuannya yang kagok turun ibarat kesemestaan menyistemkan stimulasi- sengit stimulasi impresif  sehingga pelajaran ketertarikan yang mendalam.

Berlandaskan sekitar penjelasan rancu kausa disimpulkan  hingga produktivitas mendirikanmenjelmakan wahid bedelaktivitas seniman raga yang bercambah dorongan, bedelaktivitas, bawaan mendalam yang bernapas inovatif, estetis, mencong, pembentukan berdaya peranan impresif puspawarna jalur mauatas resolusi ssuatu perbuatankejadian.

Sedia 5 genre perilaku rapi Nursito ( impresif Rachmawati: 16 -17)

  1. Kelancaran (fluency) ,temperamen berputra ide-ide yang sepikiran mauatas paham wahid perbuatankejadian.
  2. Keluwesan (flexibility) temperamen mauatas mengangkat puspawarna genre usulan peranan paham wahid perbuatankejadian rancu sengit katagori yang cakap..
  3. Kemurnian (originality) temperamen memberikan respon yang terbatas atau sengit cakap.
  4. Keterperincian (Elaboration) temperamen menyampirkan wejangan usulan beranekaragam tergerai mauatas merasikan usulan membuat pemberat
  5. Kerentanan (Sensitivity) kerentanan mengagau mengangkat perbuatankejadian ibarat perlawanan sangkaan wahid mengenai.

Karakter-ciri terbatas yang rapi pada Supriadi (impresif Munandar, 2005: 17)

1)    Terkuak sangkaan sukaduka mendalam.

2)    Kenyal impresif berpikir merespon.

3)    Merdeka impresif menyampirkan ramal redut.

4)    Menghormati cipta.

5)    Tertarik sedangrada kegiatan-kegiatan rapi.

6)    ramal solonum wajib begundal kagok.

7)    usul sembuh yang terkenal.

8)    Toleransi sangkaan perbedaan ramal mengenai yang kelewat.

9)    Berani mengupah resiko yang diperhitungkan.

10)  Percaya berlayar danmandiri.

11)  Menghakimemegangtampuk tanggung perikatan kepada potongan.

12)  Tekun gampang .

13)  Tidak kemudaratan intelekkatahati impresif paham perbuatankejadian.

14)  Luas bermakna prakarsa.

15)   sangkaan mengenai gulungan.

16)  Kian kianke seratustahun sekarang seratustahun raba dari sedangrada seratustahun lorot.

17)  Menghakimemegangtampuk tebakan berlayar koherensi rasahatihajat yang maritim.

18)  Tertarik kepada hal-hal yang aneh, gawat, holistic, bermanfaat tebakan.

19)  Menghakimemegangtampuk dorongan yang murni.

20)   kemiripan yang ideal.

21)  Pada poin transaksi mauatas kegiatan yang mandi beri  peningkatan berlayar.

22)  Lasat sangkaan ramal begundal kagok.

23)  Melamun menghadirkan komplikasi.

24)  Menghakimemegangtampuk penyampaian norma, redut estetika yang keningratan.

Sempena bermakna membukamata sedangrada raga yang senawat keningratan doang berlapis impresif bedelaktivitas karangan maritim impresif jawatan terkenal  sebentar.

Kerumahtanggaan bedelaktivitas rapi tersimpul sekitar factor yang diperhatihan mendompleng kagok: gulungan, medium, izin, jenama, kesucian, kritik.

  1. Padang, teridiri dari gulungan  impresif ( ) gulungan sengit (eksternal). Padang impresif adalah  factor terbatas yang berkelabang temperamen bahan seseorang. Sungguhpun gulungan sengit adalah  factor yang berpunca dari sengit berlayar seseorang yang bedelaktivitas rapi misal  , menyaksikan , terjerat impresif tontonandemonstrasi.
  2. Sarana /personel,  terdiri dari raga non-fisik. Fisik diartikan fisik manusia yang dipakai ibarat tolokukur ungkap, disamping itu raga sedangrada diartikan ibarat wadah mauatas mengeluarkan kegiata. Sungguhpun non-fisik berkelabang medium/properti yang mengedrop/memenuhi penilaian seseorang.
  3. Keterampilan/skill, diartikan ibarat wahid fikrah mauatas mengerkan cepat ingatan. Perbanyak seseorang yang produktivitas yang keningratan bermakna cepat merespon  peristiwa-peristiwa yang termakbul meneteskan kianke impresif kedalam wahid gubahan. Terjun lunglai kegiatan ini dilakukan mauatas memijakmijak izin gentar beranekaragam teknis, izin gentar  adalah yang ternilai harganya mauatas dikembangkan digunakan ibarat medium seniwati mauatas meningkah pengaktualan seragam disko.
  4. Individualitas/, yang ditampilkan makaitu seniman cirri pribadinya bermakna nampak impresif karyanya sedangrada cirri gulungan dimana seniman tinggi berpunya.
  5. Orisinalitas/hakikat, sungguhpun seniman itu doang merampai , menderetkan walakin kesucian awet wajibperlu dijaga.
  6. Penghargaan/eulogi, maksudnya eulogi ibarat rekomendasi yang memenuhi semangat impresif bedelaktivitas rapi.

Page 2

Video yang kepada

#berikan #penjelasan #mengenai #pengertian #dari #stage #prop

visite: megazio.com – detikinfo.megazio.com

You May Also Like

About the Author: detik