Novel Anak Kembar Sang Mafia Bab 11-Mantan Menyakitkan

Novel Anak Kembar Sang Mafia Bab 11-Mantan Menyakitkan
detikinfo.megazio.com

detikinfo.megazio.com.com–Novel Anak Kembar Sang Mafia Bab 11-Mantan Menyakitkan. Merupakan novel yang memiliki genre romantis, Action. Karya phopo Nira.

Novel yang satu ini merupakan novel yang memiliki alur cerita yang sangat menarik sehingga sangatlah cocok untuk kalian baca di dalam waktu senggang.

Novel Anak kembar sang mafia hadir dengan 50 episode yang mana dari semua jumlah episodenya akan kami sediakan atau sajikan di setiap harinya buat kalian semua dengan gratis. Jadi kalian simak sampai habis pembahasan dari bab 11 di bawah ini.

READ : Read New Cherry Flavor Novels Full Episodes For Free

Sekilas Tentang Novel

  • Judul: Anak Kembar Sang Mafia
  • Penerbit: Noveltoon or Mangatoon
  • Penulis: Phopo Nira
  • Genre: Action, Romantis
  • Karya lainnya: –

Anak Kembar Sang Mafia Bab 11- Mantan Menyakitkan

Setelah memastikan luca sudah terlelap dalam tidurnya, Zhia pun kembali kembali ke kamarnya sendiri. Karna dia harus istirahat lebih awal agar tidak terlambat lagi seperti sebelumnya.

Sementara di sisi lain, Rayden tengah merayakan kemenangannya setelah berhasil mengalahkan orang yang berusaha merentas surelnya.

“Hahahaha, ……., aku yakin sekali, orang itu pasti sedang menangis sekarang. Karena komputernya mungkin sekarang sudah mengeluarkan banyak asap hitam.” Ujar Rayden yang tertawa dengan lepasnya.

“Tapi siapa orang ini? Dia hampir saja berhasil merentas system keamanan yang sudah aku buat semakin di persulit untuk kedua kalinya. Yang artinya dia bukanlah lawan yang mudah untuk aku hadapi.”

Rayden mau tidak mau harus mengakui kehebatan orang tersebut yang sudah kedua kalinya berusaha merentas surelnya. “Sudahlah, lebih baik aku pergi istirahat sekarang. Besok aku suruh saja mereka menambah keamanan system BLOUSHZE Group.”

Rayden pun langsung mematikan komputernya dan berjalan menuju kamarnya untuk tidur. Keesokan pagi, Luca terus saja terlihat sangat murung semenjak dia bangun.

Hal itu membuat Lucia merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada kakaknya itu. Saat itu, mereka tengah bersiap untuk sarapan. Disela makannya, Lucia pun bertanya pada luca.

“Kakak kenapa? Kenapa terlihat sangat murung seperti itu? Apa terjadi sesuatu pada kakak?”

“Tentu saja kakakmu itu sangat sedih, Luci! karena komputer kesayangannya semalam mengeluarkan asap hitam dan sekarang sudah tidak bisa di gunakan lagi.” sahut Zhia yang ingin sekali menggoda putranya itu.

“Mamah!?” seru Luca dengan raur wajah cemberutnya yang terlihat sangat manis

“Apa?! bagaimana itu bisa terjadi, Kak?” Lucia tampak terkejut saat mendengarnya, sebab dia sangat tahu bagaimana Luca merawat komputernya dengan sangat hati-hati.

Luca tidak bisa mengatakannya alasan yang sebenarnya sekarang, sebab di sana masih ada mamahnya. Luca hanya diam sembari menundukan wajahnya yang masih saja cemberut.

“Sudah, jangan sedih terus begitu. nanti setelah pulang sekolah mamah akan belikan komputer baru untukmu, yah.”

Janji Zhia pada putranya, karena dia tahu persis bahwa putranya sangat menyukai komputer dan dunia IT.

Luca harus benar-benar memastikan pada mamahnya, matanya sudah berbinar penuh harap.

“Iya, sayang! mamah janji, jadi cepat makan sarapanmu sekarang dan setelah itu pergi ke sekolah. Mengerti?” Zhia tersenyum sembari mengecup kening Luca yang duduk di sampingnya.

“Mah, Luci juga mau di cium!” pinta Lucia yang merasa iri dengan kakaknya yang mendapatkan kecupan dari sang mamah.

“Sini, sini mamah cium Luci juga. muachhhhh!”

Zhia pun dengan senang hati mencium kening putrinya dengan gemas.

Setelah selesai dengan sarapan mereka, Zhia langsung mengantar kedua anak kembarnya ke sekolah.

Selepas itu, Zhia langsung melajukan mobilnya menuju ke perusahaan BLOUSHZE group. Beruntung kali ini dia tepat waktu tiba di sana, tapi kesialan lain tiba-tiba saja muncul.

Zhia? kau Zhia, bukan?”

Sapa seorang pria yang ternyata adalah Liam Hudson. Cinta pertama Zhia yang bertepuk sebelah tangan hingga membuat dirinya di permalukan di hadapan semua orang dan menyewa seorang pria asing untuk mengobati luka hatinya.

Hingga Zhia memiliki Luca dan Lucia seperti sekarang. Zhia tak membalas sapaan tersebut, dia malah hanya menatapnya dengan sinis.

“Hay, apa kau sudah lupa siapa aku?” ujar Liam lagi tanpa menujukan perasaan bersalah sedikitpun pada Zhia.

“Bagaimana aku bisa lupa dengan bajingan berengsek sepertimu!” sahut Zhia dengan nada dan ekspresi ketusnya.

Bukannya merasa terhina, Liam malah tersenyum bahagia melihat sikap Zhia yang seperti itu.

“Tentu saja, karena aku bukan Zhia yang dulu lagi.” Ujar Zhia dengan penuh percaya diri.

Liam tiba-tiba mendekat pada Zhia dan berbisik” aku juga menyukai dirimu yang sekarang, tanpak cantik dan sangat seksi!”.

“Kau…………”

“Kalian berdua sudah datang. Silahkan ikuti saya ke ruang rapat sekarang!”

Perkataan Zhia harus terpotong, karena Will tiba-tiba saja datang dan meminta mereka untuk mengikutinya saat itu juga. Jika tidak ada Will, mungkin Zhia sudah menghajar habis wajah berengsek Liam itu.

Zhia sekuat tenaga menahan emosinya, dia mengikuti Will dan Liam yang sudah berjalan duluan tepat di depannya. Sesampainya di ruang rapat, di sana sudah ada banyak orang yang sudah stay di sana.

Mereka adalah calon peserta yang akan mengikuti program pengembangan IT yang di adakan oleh perusahaan BLOUSHZE Group.

Zhia dan Liam duduk di salah satu kursi yang tersisa di sana tentu saja Zhia memilih tempat yang jaraknya jauh dari Liam.

Tidak berselang lama, muncullah sang tuan rumah Rayden Cano Xavier dengan di ikuti beberapa orang staff di belakangnya.

Rayden muncul dengan auranya yang sangat kuat dan bersinar hingga membuat peserta wanita yang ada di sana langsung terpesona, tapi tidak untuk Zhia.

“Selamat pagi dan selamat datang di perusahaan BLOUSHZE Group!” sapa Rayden sebagai kata pembukaan.

“Terima kasih karena kalian sudah bersedia datang tepat waktu.”

Akan tetapi perkataan Rayden yang satu ini seperti sedang menyindir Zhia secara tidak langsung.

“Aku sangat yakin, dia pasti sedang menyindirku sekarang! dasar pria arogan.” Gumam Zhia yang menatap kesal pada Rayden.

“Pada pertemuan kali ini, saya akan meminta kalian semua untuk mengumpulkan setiap hasil penelitian yang telah kalian buat untuk mengikuti program ini.”

“Kami akan menyeleksi satu persatu dengan ketat setiap penelitian yang kalian buat dan untuk hasil yang memenuhi kriteria perusahaan akan kami hubungi lagi melalui email beserta dengan jadwal pertemuan selanjutnya.”

Rayden pun langsung mengatakan pada intinya, tentang maksud dan tujuan ini di adakan. Rayden terlihat sangat professional jika sedang membicarakn tentang bisnisnya.

“Jika kalian masih memiliki pertanyaan silahkan hubungi staff kami untuk meminta penjelasan lebih lanjut.” Sambung Rayden yang menyadari ada beberapa orang yang masih belum mengerti tentang system yang di buatnya.

“Dan satu hal lagi! jika kalian semua berkenan, saya ingin mengundang kalian semua di acara pesta yang akan di selenggarakan malam ini.” Lanjut Rayden yang tidak biasanya melakukan hal seperti ini.

Setelah ini, Rayden pun langsung keluar dari ruang rapat di dampingi oleh Will. Sementara para staff yang sebelumnya bertugas mengumpulkan semua data dari calon peserta program.

Zhia yang telah mengumpulkan hasil penelitiannya, langsung bergegas untuk meninggalkan kantor tersebut. Namun, saat sudah berada di lobi tangan Zhia di pegang oleh seseorang.

Zhia pun menoleh, dia dengan cepat menyingkirkan tangan itu dari tubuhnya. Ternyata Liam lah yang telah berani memegang tangannya.

READ : Leveling With The Gods Light Novel

“Zhia, tunggu!” ujar Liam yang berusaha meraih tangan Zhia lagi.

“LEPASKAN?!” dengan cepat Zhia pun langsung menepis tangan Liam dengan kasarnya.

“Oke, oke aku lepaskan!” Liam pun menyerah, dia mengangkat kedua tangannya layaknya seorang penjahat.

“Ada urusan apa lagi sekarang?” tanya Zhia dengan raut wajahnya yang terlihat tidak suka.

“Aku hanya ingin bertanya padamu, apakah nanti malam kau akan hadir di pesta tersebut?” ujar Liam, wajahnya benar-benar tidak tahu malu sedikitpun.

“Aku pasti akan mendapatkan dirimu apapun yang terjadi, Zhia!” ujar Liam yang terus menatap kepergian Zhia yang penuh hasrat.

Ternyata Rayden melihat semua kejadian itu. Dia yang awalnya akan bergegas pergi untuk menghadiri rapat di tempat lain, harus menghentikan langkahnya saat melihat Zhia tengah berbicara dengan pria lain.

“Bukankah dia wanita yang kemaren?” Ujar Rayden pada Will.

“Iya Tuan.” Dia nona Arzhia dari Qhelfin Group.” Will pun memberi tahu nama dan perwakilan perusahaan.

“Apakah mereka saling mengenal?” gumam Rayden tanpa sadar.

“Saya tidak tahu soal itu, tuan! apakah perlu saya mencari tahu hubungan mereka?” Will mencoba menyenangkan tuannya itu.

“Tidak perlu. Itu bukan urusanku. Ayo kita pergi sekarang!”

Rayden langsung menolaknya. Dia pun kembali melanjutkan langkah kakinya, walaupun perasaan sedikit terganggu.

Bersambung. . . . . . . ..

Tunggu NEXT Episode berikutnya di bagian Bab 12- Cano Kecil

Selamat membaca

#Anak #Kembar #Sang #Mafia #Bab #11Mantan #Menyakitkan

visite: megazio.com – detikinfo.megazio.com

You May Also Like

About the Author: detik