Pengendara Motor Kena Tilang ETLE Di Area Persawahan Sukoharjo

Pengendara Motor Kena Tilang ETLE Di Area Persawahan Sukoharjo
detikinfo.megazio.com


detikinfo.megazio.com.com – Pengendara Motor Kena Tilang ETLE Di Area Persawahan Sukoharjo. Heboh seorang warga yang menerima surat konfirmasi tilang Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) dari Polres Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto surat konfirmasi tersebut menjadi viral di semua platform sosial media.

Kejadian tersebut, seorang waraga tertangkap kamera E-TLE sedang mengendarai motor di are pesawahan. Wraga tersebut mengendarai speda motor tanpa menggunakan helm.

Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho mengakui adanya surat tersebut. Menurutnya, pelangaran itu terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca Juga : Berikut Penjelasan Pendapat Muray d.bryce Terkait Studi Kelayakan Bisnis

Namun, dia membantah bahwa pengendara sepeda motor itu melintas di area pesawahan. Menurutnya, pengendara itu melintas di jalan penghubung kabupaten.

“Jalan yang menghubungkan antar kabupaten itu banyak sawah-sawah. Yang bersangkutan (foto pria di area pesawahan) yang mau pergi ke kecamatan sebelah, bukan ke sawah.” Kata Agus.

Dia menyebutkan, pengendara sepeda motor tersebut tertangkap kamera petugas yang mengunakan kamera ETLE Mobil. Adapun likasinya masih berada di wilayah kecamatan kota.

“Lokasi ETLE Mobil di are pesawsahan, masih dalam kota, dan antar kecamatan,” Tambah dia.

Dia memgingatkan, saat ini Polda jawa Tengah juga sudah menerapkan kamera ETLE Mobil atau tilang electronik menggunakan kamera ponsel. melalui alat itu petugas bisa melakukan penindakan saat berpatroli.

Penjelasan Polisi Tentang Foto Pemotor Yang Kena Tilang ETLE Di Persawahan

Agus menjelaskan ETLE Mobil bisa digunakan petugas saat berpatroli. Alat itu bisa digunakan secara mobile untuk are yang tidak terjangkau kamera ETLE.

ETLE statis ditempatkan di persimpangan. Kalu ETLE Mobil ini bisa dipakai saat patroli, Saat di Mobil, pada saat dia pengaturan juga bisa melakukan. Tapi ada aspek teknisnya yang secara legal formal sudah terintegrasi dengan Korlantas Nasional Presisi,” ungkapnya.

Jenis pelangaran yang dapat di tilang di antaranya tidak menggunakan helm, sampai dengan melawan arus.

Baca Juga : Berikut Penjelasan Kekuatan dan Kelemahan Kepemilikan Bisnis Dalam Bidang Pengembangan Website

“Itu handphone yang spek teknisnya secara legal formal sudah bisa melakukan penindakan seperti E_TLE statis, tetapi tetap kita mengedepankan edukasi dan langkah preventif, Ujar Agus.

Dia menegaskan bahwa pihaknya profesional menerapkan sistem tilang mobile tersebut. Salah satu syarat, petugas E-TLE Mobil juga dilengkapi dengan surat tugas serta berkualifikasi penyidik pembantu.

“Petugas yang dilengkapi dengan surat perintah dengan syarat formil sebagai penyidik, penyidik pembantu dia bisa melakukan tindakan itu. Sudah ribuan yang kita tindak, bahkan sampai dia (Pelangar yang tertangkap E-TLE) dengan patuhnya membayar denda,” jelas Agus.

Di mengungkapkan dari 274.781 yang tertangkap kamera ETLE statis dan mobile. Sebanyak 239.209 pelangar di kirim surat informasi. Jumlah masyarakat yang melakukan pembayaran denda melalui Briva oleh pelangar sebanyak 235.832. Lebih lanjut, total besar denda tilang yang telah dibayarkan ke negara sebesar RP 20.416.405.500 (RP 20 miliaran). Ia berharap sistem ini bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah.

Baca Juga : Yamaha Resmi Merilis RX King Reborn 2022 Mengusung Mesin 155cc

“semoga dengan hadirnya ETLE di wilayah Polda Jateng bisa mewujudkan kesadaran penguna jalan untuk bisa patuh dan tertib berlalulintas, karena ketertiban berlalu lintas menyelamatkan anak bangsa, saat ini juga sedang dilaksanakan Oprasi Patuh Candi 2022,” Sebutnya.

#Pengendara #Motor #Kena #Tilang #ETLE #Area #Persawahan #Sukoharjo

visite: megazio.com – detikinfo.megazio.com

You May Also Like

About the Author: detik