Rancangan Undang-undang Sisdiknas Dimata Pengamat Pendidikan

Saat ini pemerintah Indonesia sedang menyiapkan undang-undang tentang pendidikan yang disusun dengan mengintegrasikan UU Sisdiknas, UU Dikti dan UU Guru Keguruan dalam satu peraturan yaitu RUU Sisdiknas.

Pengamat pendidikan, Doni Koesoema menilai langkah ini sebagai upaya besar pemerintah Indonesia dalam mentransformasi pendidikan.

Karena RUU Sisdiknas merupakan produk yang nantinya berimplikasi pada perubahan besar di bidang pendidikan, maka proses penyusunannya harus dikawal bersama.

Menurut Doni Koesoema sebagai pemerhati pendidikan Indonesia, menyayangkan penyusunan RUU Sisdiknas selama ini kurang transparan dalam proses pembentukannya.

Minimnya transparansi pemerintah menjadi salah satu faktor merebaknya polemik di tengah masyarakat.

Doni menilai, pemerintah menyusun RUU Sisdiknas secara diam-diam. Diskusi intelektual yang seharusnya dilakukan sangat terbatas.

Masyarakat Harus Tegas Mengawal Pembentukan RUU Sisdiknas

Perubahan besar yang terjadi melalui RUU Sisdiknas nantinya sangat perlu dipahami oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, tidak hanya guru dan pengambil kebijakan saja yang harus mengawal RUU Pendidikan Nasional, bahkan orang tua pun harus selalu memperhatikan.

Rancangan undang-undang Sisdiknas sendiri dibuat dengan menggabungkan tiga undang-undang sekaligus. Sehingga masyarakat sangat perlu hadir dalam mengawal RUU Sisdiknas.

Pihak lain yang juga harus hadir dalam misi pengawalan pembentukan RUU Sisdiknas adalah lembaga pendidikan swasta. Dimana disana juga termasuk yayasan pendidikan.

Pihak-pihak tersebut tadi seharusnya ikut mengawal perumusan RUU Sisdiknas karena melalui peraturan ini nasibnya akan ditentukan kemudian.

Diharapkan tahun ini pembahasan RUU Sisdiknas dilakukan lebih terbuka. Hal ini sangat diperlukan karena RUU Sisdiknas sangat perlu mendapat masukan dari masyarakat.

Sejak tahun lalu, banyak pasal kontroversial dalam RUU Sisdiknas. Substansi kontroversial tersebut memunculkan perdebatan dan diskusi.

Permasalahan pasal-pasal yang dimuat dalam RUU Sisdiknas menyebabkan RUU Sisdiknas tidak masuk dalam Prolegnas Prioritas 2022. Banyak perbaikan yang harus dilakukan terhadap RUU Sisdiknas.

Menurut pengamat pendidikan, penyusunan RUU Sisdiknas bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika RUU ini dibuat dengan mengintegrasikan tiga undang-undang sekaligus.

Halaman selanjutnya

Pentingnya Peran Panja dalam RUU Sisdiknas

You May Also Like

About the Author: detik